Archive for October, 2006

Proklamasi Kemerdekaan Negara Repoeblik Indonesia

Thursday, October 12th, 2006

                              

 P R O K L A M A S I

    Kami Bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal - hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d l . l ., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05,

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta

Dalam rangka merajakan kemerdekaan penoelis dari beban beban sekolah, penoelis pada masa tjoetinja (dibaca cutinya, bukan tjoe-tinja) kali ini dengan sengdaja mengambil sedikit dari tempo loeangnja menoeliskan boeah pikir penoelis ke dalam boeletin ini, tepatnja tentang arti dan woejoed kemerdekaan itoe sendiri.

Arti kemerdekaan menoeroet kamoes koerang lebih adalah kebebasan dalam menentukan nasib seseorang itu sendiri, bebas dari kontrol maoepoen ketergantoengan kepada orang, organisasi ataoepoen negara tertentoe.

Akan tetapi, berdasarkan konteks di atas, menurut pendapat pembaca sekalian yang boediman, apakah negara Indonesia kita yang tertjinta telah merajakan ‘kemerdekaan’ sesuai dengan boenji proklamasi kita?

Enam poeloeh tahoen setelah ‘merdeka’, negara kita masih "didjadjah" oleh bangsa dan negara lain dalam bentoek bentoek yang berbeda dan bervariasi. Definisi kemerdekaan tentang kebebasan dari segala kontrol dan intervensi bangsa lain secara moetlak telah diindjak-indjak tanpa kesanggoepan pemerintah negara kita oentoek mempertahankan kebebasan itoe. Misalnja sahaja, negara kita tidak bisa membebaskan diri dari tekanan tekanan politik negara-negara adidaja jang mengakoe ngakoe pedjoeang pedjoeang demokrasi jang setjara ironis malahan menjerang dan memperkosa kemerdekaan negara lain dengan dalih bahwa mereka hanja membela diri dan melancarkan serangan preemptive. Lihatlah nasib saoedara-saoedara kita jang ada di Iraq, Iran, dan sekitarnja.
Demikian joega dengan negara kita. Pemerintah kita di-bully oleh pedjoeang pedjoeang demokrasi itoe dengan segala matjam bentoek ofensif seperti embargo senjata jang memboeat negara kita pintjang setjara militer maoepoen ekonomi.
Pesawat-pesawat militer asing dengan bebasnja melewati perbatasan oedara kita tanpa adaja tindak landjut legal jang boleh diperboeat pemerintah, seperti jang terjadi beberapa tempo jang lewat. Di manakah harkat dan martabat negara kita sebagai satoe bangsa jang merdeka?

Setjara ekonomi, negara kita joega masih beloem merdeka. kita masih banjak tergantoeng kepada "bantoean-bantoean" ekonomi dari negara-negara jang ‘prihatin’ dengan nasib negara kita. Menoeroet hemat pembaca, apa benar ada bantoean-bantoean jang tudjuan oetamanja betoel-betoel oentoek membantoe negara kita?
Apabila itoe memang betoel, mengapakah negara -negara donor seperti Amerika, Aoestralia, Jepang, negara-negara Oeni Eropah dan djoega negara tempat penoelis sementara bertempat tinggal ini tidak setjara ikhlas membantoe negara-negara lain jang betoel betoel miskin seperti beberapa negara di Afrika?
Itoe karena negara kita kaja alamnja. Segala matjam kekajaan alam seperti flora dan faoena bangsa Indonesia selaloe mendjadi kekaguman tersendiri dari negara-negara lain. Akan tetapi, negara kita Tolol, tidak mampoe memanfaatkan segala matjam kekajaan alam tersebut. Malahan sebagian besar pesona alam kita jang oetama ‘diberikan’ ke negara lain. Seboet sadja PT GAS ALAM AROEN di Aceh dan PT FREEPORT di Papua jang dikelola peroesahaan negara negara asing. Kedoea peroesahaan itoe adalah boekti paling njata bahwa bangsa kita masih didjadjah. Hanja beberapa persen dari pendapatan kedoea peroesahaan itoe jang masoek ke kantoeng negara. Beloem lagi koroepsi jang sering dilakoekan beberapa instansi negara jang merugikan rakjat dan negara. Negara-negara donor tadi dengan maksoed mengoeasai kekajaan negara kita memberikan ‘bantoean’ karena donor donor ini akan memboeat negara kita berhoetang banjak kepada negara2 donor tadi, sehingga negara-negara donor tadi akan bisa mempengaroehi kepoetoesan kepoetoesan jang kan diboeat pemerintah kita, entah dengan tekanan2 politik ataoepoen bentoek boentoek tekanan jang lain. Boekankah apabila kekajaan negara dikoeasai pihak asing djoega tergolong salah satoe bentoek pendjadjahan? Salah satoe boekti paling konkrit tentang tekanan-tekanan dan intervensi asing ialah kasoes Indonesia dengan negara jang sekarang kita seboet Timor Leste.

Bangsa Indonesia setiap tahoennja merajakan apa jang kita seboet "kemerdekaan" selama enam poeloeh tahoen lamanja. Dan nampaknja hal ini tidak akan beroebah dalam beberapa tempo jang akan datang. Kedoea pendiri bangsa kita moengkin akan tersenjum sedih, saking kecewanja mereka dengan peneroes peneroes bangsa jang mengakoe sebagai bangsa jang besar ini, ketika setiap tahoennya kita melakoekan pandjat pinang, lompat karoeng dan lain-lainja, merajakan kemerdekaan jang semoe.

Karena itoelah, penoelis menjeroekan kepada rekan-rekan peneroes bangsa jang setjara sadar dan berdedikasi oentoek membangoen kembali negara kita jang tertjerai-berai oentoek betoel-betoel menjiapkan diri oentoek masa depan sehingga apabila tiba giliran kita, kita mampoe betoel betoel mendjadi mertjoesoear jang akan menjinari gelapnja dunia dan membimbing bangsa dan negara kita ke arah jang benar karena penoelis jakin, saat-saat seperti itoe akan segera tiba, ketika regenerasi pemerintahan perlu dilakukan dan generasi moeda seperti kita akan mendjadi oejoeng tombak dan haloean negara!

(Iklan dan lajanan masjarakat ini meroepakan persembahan organisasi pemoeda Ikatan Pemuda Karja (IPK) cabang Medan. Penoelis meroepakan simpatisan dan anggota tetap organisasi tersebut)

kamar gw yang rapi…?

Friday, October 6th, 2006

    Pada topik kali ini, penulis ingin men-deny anggapan dan tuduhan dari pihak -pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan bahwa meja kerja penulis berantakan tidak karuan serta  seperti kapal pecah yang udah karam trus di-bom. sekali lagi penulis menegaskan bahwa semua itu hanyalah bohong dan fitnah belaka dan penulis tidak akan segan2 membawa kasus fitnahan ini ke hadapan meja hijau dan menantang orang-orang yang menuduh penulis ke pengadilan yang adil yang berdasarkan hukum dan aturan dari penulis. Dan penulis tentu sahaja seperti biasa selalu mempunyai bukti bukti yang kuat untuk membenarkan klaim penulis..

1. foto dari kamar seorang tetangga berinisial JG (semua orang juga tahu siapa dia)

Bukti1

nampak bahwa mejanya, indeed berantakan sekali..buku2 dan alat tulis serta elektronik bercececeran

2. foto dari tetangga lain yang berinisial BT alias AP (bingung?  BT itu alias Banci  Tulen  ==  Si  Kool)

Bukti3

Kalau yang ini foto dari meja tetangganya tetangga..juga sama berantakannya..berserakan buku2, alat2 tulis dan barang2 aneh lainnya

3. foto yang diambil dari meja penulis

Bukti2
Nah kalau yang ini jelas dari meja gw donk. Meja kerja penulis hanya terdapat obat2an suplemen, alat kerja penulis (laptop gw dan kamus) serta HDD yang berisikan entertainment buat penulis …
Nampak dari gambar bahwa meja ini sebenarnya cukup tertata

Apabila kita bandingkan source 1, source 2 dan source 3, maka tentu boleh penulis simpulkan bahwa source 3 menunjukkan kondisi yang lebih rapi, walaupun itu secara subjektif, karena konsep rapi itu tergantung kepada pendapat masing2 orang

ada orang merasa rapi itu menunjukkan konsep minimalis, yaitu hanya terdapat sedikit sekali barang2 yang ditampilkan, (seperti yang terjadi pada bung audi di malam hari),
Ada pula yang merasa bahwa kerapian itu ialah kondisi di mana efficiency itu diprioritaskan tanpa harus menunjukkan appearance yang tidak sedap dipandang mata, contohnya meja kerja penulis tadi..hanya berisikan barang2 yang bermanfaat untuk pekerjaan itu sendiri.

Nah, berdasarkan ketiga foto yang ditampilkan di atas, klaim penulis TERBUKTI bahwa meja kerja penulis itu masih tergolong rapi dan tidak nampak seperti kapal karam yang di-bomb apabila dibandingkan dengan 2 foto yang lain. Karena itu penulis berharap agar orang2 yang menyuarakan rumor2 tidak sedap yang meragukan kerapian penulis agar segera berhenti dalam menjalankan aktivitasnya itu. INGATLAH bahwa penulis akan membawa masalah ini ke depan hukum apabila rumor2 rumor ini masih beredar…

Apalagi di bulan yang suci ini, penulis berdoa dengan penuh harap agar tidak usah membawa masalah ini ke pengadilan karena "MUNGKIN" akan menyebabkan kerisauan di antara teman teman yang menjalankan ibadah puasanya dengan penuh iman dan takwa ataupun juga menyebabkan gangguan terhadap teman2 yang baru sahaja menjalani rehabilitasi dari sejenis penyakit langka bernama GUSTI FLU, eh..bukan  GASTRIC FLU…maafkan penulis atas kesalahan ejaannya …Pesan dari bung Audi:"Marilah kita saling memaafkan di bulan penuh rahmat ini."
TERUTAMA apabila yang menyebarkan rumor rumor tidak beralasan ini sedang menjalani ibadah puasa DAN ATAU juga baru shaja  pulih dari penyakit tersebut, tentu akan sangat  menderita apabila harus menjalani pengadilan khusus ini..dan penulis akan memastikan terdakwa2 yang bersalah menjalani hukuman MAXIMUM  dalam batas kuasa hukum….

hEY itu kalian berdua, John dan Audi..Iya betul kalian berdua ! Siapa lagi! Ntar gw jitak kalian berdua apabila ada protes berkelanjutan!

Karena itu, seperti pesan dari bung Audi, mari kita saling memaafkan atas kesalahan2 yang pernah kita lakukan karena kita semua ialah makhluk ciptaan Tuhan. Kita semua bisa dan pernah melakukan kesalahan dan penulis juga tidak luput dari melakukan kesalahan kesalahan, entah disengaja ataupun tidak…karena itu apabila pada topik ini ada salah cantum, salah cetak, salah tulis ataupun salah eja dan salah salah lainnya, penulis minta maaf terlebih dahulu dan penulis akan berusaha membaiki kesalahan2 tersebut apabila masih dalam batas kekuasaan penulis….

Mohon maaf lahir dan batin!